“Jika
engkau menemukan sesuatu yang berharga, ambillah itu untuk bekalmu,”
kata seorang sufi kepada muridnya. “Baik guru,” kata sang murid di
sela-sela perjalanan sambil mulai mengamati lingkungan sekitarnya.
Sesaat kemudian, ditengah jalan ada tampak sebuah batu, dan murid itu
segera mengambilnya. Kata Sufi, ”Nak, apakah batu itu berharga bagimu?”
Murid itu menjawab, “Benar, guru. Batu ini berharga bagi saya”. Sufi itu
terdiam sambil tetap melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian,
tiba-tiba murid itu berteriak,”berlian, berlian!” seraya membuang batu
dan mengambil berlian didepannya. “Guru, saya menemukan sebuah berlian,”
kata murid itu. Kemudian sufi itu berkata,” Nak, apakah berlian itu
lebih berharga dari batu yang kau buang?” Murid itu menjawab,” benar,
guru.” Sufi itu terdiam dan tetap meneruskan perjalanan.
Sampai akhirnya mereka terhenti karena ada seekor serigala yang
menghadang didepannya. Kata Sufi, ”Saat ini apakah berlianmu lebih
berharga dari batu yang kau buang?” Murid itu terdiam, dan mulai
tersadar bahwa saat ini dia sedang butuh batu untuk mengusir serigala.
Memilih adalah bagian dari ”hidup” Anda dan menjadi ”nasib” Anda. Siapapun Anda, tidak mungkin mundur dan tidak dapat
membatalkan takdir ”tetapan” untuk memilih dan takdir ”relatifitas”
pada pilihan. Sebagai manusia, sedikit banyak Anda telah ”melampau”
alam. Anda telah hidup dari evolusi ”bawah sadar” yang pasti menuju
evolusi ”sadar” yang tidak pasti. Sekarang segala sesuatu harus dipilih,
dan Anda tidak mungkin bebas untuk tidak memilih. Saat Anda tidak
memilih, berati Anda telah memilih untuk tidak memilih, dan ini adalah
”pilihan” Anda. Namun tidak memilih juga memberi akibat yang ”sama”
seperti kalau Anda memilih. Dengan adanya
kebebasan untuk memilih, rasa takut dan cemas mengikutinya sebagai
”bayangan”. Jadi ”akar” permulaan dari ketegangan manusia adalah
”ketakutan” untuk memilih.
Kehidupan
adalah tanggungjawab kesendirian Anda, mau menjadi ”sholeh” atau
”salah”, itu pilihan Anda. Setiap yang hidup pasti merasakan ”mati”,
menjadi khusnul khotimah atau su’ul khotimah itu pilihan Anda. Setiap
yang hidup pasti berpasang-pasangan, mau pasangan yang dinamis atau
statis, itu pilihan Anda. Setiap yang hidup sudah dipastikan rizkinya,
mau menjemput atau menunggu, itu pilhan Anda. Yang pasti Kemuliaan dan
beban datang secara ”bersamaan” saat memilih. Anda tidak dapat meminta
tanggungjawab orang lain untuk ”evolusi” Anda sendiri. Untuk saya,
evolusi perjalanan ”nasib” adalah mungkin tapi hanya dengan tanggung
jawab individual. Anda sendirilah yang bertanggung jawab dan inilah
berkah yang terselubung! Evolusi sadar tidak perlu dimulai pada orang
tertentu, ia dimulai hanya kalau Anda telah memilih untuk memulai. Jadi
seluruh tanggung jawab ada apa Anda. Dan Anda berdiri sendiri,
benar-benar sendiri. Ini yang harus dimengerti sejelas-jelasnya. Semakin
Anda menyadari ini, makin kuat kepekaan Anda akan kemandirian Anda. Dan
hanya dengan kesendirian, Anda mengalami pencerahan.
Banyak
orang yang berpikir bahwa saat mereka ”kesepian”, mereka harus merasa
sedih. Ini hanyalah keterhubungan yang salah, karena semua yang indah
selalu terjadi dalam kesepian. Kebahagiaan yang muncul karena
kebersamaan biasanya bersifat dangkal Sedangkan kebahagiaan yang terjadi
saat sepi adalah sangat mendalam. Saya menggunakan istilah
”kesendirian” bukan ”kesepian”. Perasaan kesepian datang hanya jika
seseorang melarikan diri dari kesendirian. Jika Anda tidak menerima
kenyataan kesendirian, maka Anda akan semakin merasa kesepian.
Pondok Holistik - 7
Body and Soul Harmony
Phone : 0274 - 925.3434 / 0821.3844.3434
Email : pondokholistik7@gmail.com
