Banyak orang yang berpikir bahwa saat mereka ”kesepian”, mereka harus merasa sedih. Ini
hanyalah keterhubungan yang salah, karena semua yang indah selalu
terjadi dalam kesepian. Kebahagiaan yang muncul karena kebersamaan
biasanya bersifat dangkal Sedangkan kebahagiaan yang terjadi saat sepi
adalah sangat mendalam. Saya menggunakan istilah ”kesendirian” bukan
”kesepian”. Perasaan kesepian datang hanya jika seseorang melarikan diri dari kesendirian. Jika Anda tidak menerima kenyataan kesendirian, maka Anda akan semakin merasa kesepian.
Bila
Anda dapat sendiri, walaupun hanya untuk sesaat, maka ”ego” akan mati.
Ia ”ada” hanya karena ”ada” orang lain. Melalui kesendirian, ego akan
tercerai berai. Ia tidak mempunyai sesuatu untuk berhubungan, sehingga
ia menjadi melemah. Saat Anda siap menjalani kenyataan kesendirian, maka
saat itulah Anda merupakan ”benih” dengan banyak potensi didalamnya.
Akan tetapi ingat, benih harus menghancurkan dirinya agar tanaman dapat
tumbuh. Ego adalah suatu ”benih”, suatu ”potensi”. Bila dia hancur,
perasaan ”menyatu” dengan Tuhan akan lahir. Melalui kesendirian Anda
mencapai kemanunggalan. Kemanunggalan akan
datang, hanya bila Anda tanpa ego. Dan ego akan mati, hanya bila Anda
berada sendiri secara totalitas. Bila Anda sepenuhnya sendiri, saat
itulah ada ”peledakan”. Anda meledak dalam keabadian. Dan
inilah evolusi Anda untuk berjalan pada ”sidik Jari” Tuhan. Jika Anda
mampu hidup dengan kenyataan ini, maka hidup Anda akan terpusat
”kedalam” menuju ke pusat kehidupan dan kebahagiaan. Jika tidak, hidup
Anda akan tercerai berai oleh pertentangan, konflik dan bingkai-bingkai
kepentingan. Bahkan Anda bisa sampai kehilangan
identitas Anda karena tidak tahu Anda berada dimana dan mau pergi
kemana. Setiap orang harus menjalani evolusinya secara sendiri-sendiri,
ini memang sulit, akan tetapi ini adalah satu-satunya jalan. Melalui
kesulitan, penerimaan kebenaran Anda mencapai titik peledakan. Hanya
setelah itu ada kebahagiaan. Bila hal ini diberikan siap pakai kepada
Anda, maka ia akan kehilangan nilainya.
Di dalam kesendirian, terbuka pintu-pintu pencerahan. Menjalani
kenyataan kesendirian tidak berarti Anda menyendiri, tidak berarti Anda
meninggalkan keluarga dan masayarakat. Anda tetap hidup dalam
kebersamaan mereka, tetapi dengan kesadaran tanggung jawab kesendirian.
Bila
Anda mampu hidup dengan kenyataan tanggung jawab kesendirian, disiplin
secara otomatis akan datang pada Anda. Disiplin yang datang bukan
paksaan dari luar. Ia datang dari dalam diri Anda. Karena Anda memikul
tanggung jawab sepenuhnya untuk diri sendiri, tiap langkah Anda adalah
disiplin, Anda bahkan tidak dapat mengucapkan satu katapun tanpa
disiplin.
Bila
Anda peka akan kesendirian Anda, maka Anda juga akan peka dengan
kesendirian orang lain. Anda tidak punya alasan untuk melukai orang
lain. Anda tidak akan mampu melakukan tindakan apapun kecuali keharuan
untuk memberikan kebaikan.
Pondok Holistik - 7
Body and Soul Harmony
Phone : 0274 - 925.3434 / 0821.3844.3434
Email : pondokholistik7@gmail.com
