Seringkali
hati hanya menjadi “benih”, bukan menjadi “buah”. Mengapa? Karena hati
kita telah kehilangan “cinta”. Hati kita telah kehilangan “pesona”
kegembiraan. Hati kita telah kehilangan “daya” untuk menebar kebaikan.
Hati kita telah kehilangan “keharuan” untuk merasakan penderitaan. Saat ini, kita hidup dalam kebersamaan, namun tidak banyak yang mengerti arti “cinta” dalam kebersamaan. Tidak
banyak yang mengerti arti cinta dalam keluarga sehingga keuarga
menjadi hancur. Sepasang kekasih juga bisa hancur karena kehilangan
”profil” cinta. Sebuah karir pekerjaan juga bisa hancur karena
kehilangan ”prestasi” cinta. Yang pasti, untuk tumbuh menjadi bunga,
hati membutuhkan cinta, mengapa? Cinta adalah NAFAS yang membuat energi
menjadi ”mengalir”. Energi selalu mengalir kearah sesuatu yang dicintai
maka ketika Anda merasakan ada sumbatan energi dimana mana, sebenarnya
ada rahasia yang dapat membuatnya mengalir yaitu carilah sesuatu yang
dapat Anda cintai. Cintailah apapun itu ”semurni” mungkin. Karena
kemurniannya membawa hati kita pada ”cahaya-NYa”. Cintailah kondisi
apapun ”seikhlas” mungkin karena keikhlasannya membawa pada
”ridho-Nya”. Ketika ”nafas cinta” telah tiada, batin akan menjadi
”hantu” yang selalu gelisah karena tidak menemukan jalan pulang ke
cahaya-Nya.
Pondok Holistik - 7
Body and Soul Harmony
Phone : 0274 - 925.3434 / 0821.3844.3434
Email : pondokholistik7@gmail.com
