Ketika
membaca karya tulis Dedy Suardi tentang “langit dan bahasa spiritual”,
saya memahami perjalanan spiritual beliau yang ”deep silence” sebagai
seorang astronom yang religius. Tidak hanya mengupas fenomena ” Dabbah”
dibalik misteri makhluk angkasa luar. Beliau juga banyak bercerita
seputar konfigurasi ” bahasa Tuhan” dalam skema astronomis. Yang menarik
dari tulisan beliau adalah bahwa alam senantiasa tumbuh secara
”homeostatik” artinya alam hanya tumbuh untuk proses ”keseimbangan”.
Adanya gempa, tsunami, gunung meletus, banjir, badai, petir, fumarol, el
nino, geyser, dan lain sebagainya merupakan cara alam untuk membuat
keseimbangan. Jadi tidak ada yang salah dengan alam, karena proses
”hidupnya memang ditetapkan Tuhan mengabdi untuk membuat keseimbangan.
Untuk
membahas proses keseimbangan alam, setidaknya diperlukan 2 bahan
penyusun. Yaitu ”daya” homeostatik berunsur energi dan ”gaya”
homeostatik berupa jalur pikiran.
Sebelum
membahas tentang ”profil” energi, ada satu hal yang harus dimengerti
bahwa apapun energi yang ada di alam semesta hakekatnya adalah SATU yang
bersumber dari ”Arsy” bukan ”langit”. Energi ini kemudian mengalir
dalam 3 jalur ”transformasi” menjadi beragam energi aplikatif yang siap
digunakan Dalam pola ”chemistry of Occultis” ditemukan setidaknya 5
jenis energi ”transformasi” alam dengan struktur dan chromo yang
berbeda. Energi ini bisa diakses oleh siapa saja untuk proses
penyembuhan dan keseimbangan alam. Satu energi dari kosmik (eN-C1) yang
berstruktur ”gas” berwarna kuning, Tiga energi dalam tubuh manusia
yaitu (eN-H3, eN-H4 dan eN-H6) yang berstruktur ”liquid” berwarna dasar
putih, dan satu energi dari ”pusat” tanah (eN-G1) yang berstruktur
”padat” berwarna hijau.
Kelima
energi ini sangat sering digunakan untuk proses penyembuhan. Contohnya :
prana menggunakan eN-C1 dan eN-H4, bioplasmik menggunakan eN-C1 dan
eN-H3, reiki menggunakan eN-C1 dan eN-H6, kundalini menggunakan eN-G1
dan eN-H3, Otak tengah menggunakan eN-H6, sinar matahari mengandung
eN-C1, tanaman mengandung eN-C1 dan eN-G1 dll. ( detail materi, ikuti bahasan Chemistry of Occultis ). Beragam energi ini kemudian mengalir dalam 3 mekanisme pikiran
Dalam
kajian ”fluida of Mind” dan “psychology of esoteric” ditemukan 3
mekanisme pikiran yaitu pikiran ”uncoscious” bawah sadar alam semesta
(Mind-U1), pikiran ”subsconcious” bawah sadar hewan atau instink manusia
(Mind-S2) serta pikiran ”conscious” pikiran sadar manusia (Mind-C3)
Dengan
memahami “profil” energi dan pikiran diatas. Setidaknya kita bisa
memahami apa yang sebenarnya terjadi pada proses “ Homeostatik” alam dan
manusia. Contohnya: GEMPA terjadi pada proses mind-U1 karena
ketidakseimbangan energi eN-G1, BADAI terjadi pada proses mind-U1 karena
ketidakseimbangan energi eN-C1, Emosi MARAH terjadi pada proses
Mind-S2 karena ketidakseimbangan energi eN-H3, penyakit REMATIK terjadi
pada proses Mind-S2 karena ketidakseimbangn eN-G1 dll.
Dengan
memahami fenomena diatas, akhirnya terjawab juga satu pertanyaan
seputar BESARAN homeostatik yaitu BERBANDING LURUS. Maksudnya semakin
besar ketidakseimbangan, semakin besar pula proses homeostatiknya.
Lamanya erupsi Merapi, menjadi tanda akumulatif dari ketidakseimbangan
yang yang bersifat “kronis” sedangkan kasus gempa-tsunami di Jepang dan
Aceh menjadi indikasi adanya ketidakseimbangan yang bersifat “akut”.
Sebagai
kesimpulan dari bahasan kali ini adalah, bahwa fenomena alam apapun
yang terjadi, bahkan yang dibingkai sebagai BENCANA yang merusak,
hakekatnya adalah KESEIMBANGAN yang membangun. Alam
akan senantiasa setia berbagi kasih dengan manusia kalau manusia bisa
membangun “HARMONY & BALANCE” dengan alam. BENCANA adalah profil
ketidakseimbangan yang telah kita perbuat.. Prognosis saya adalah kita
telah kehilangan banyak daya untuk mengasihi sesama. Kenapa? Satu hal
yang pasti bahwa kasih “spiritual” kita melemah oleh sumbatan ke-aku-an
“ego” yang tidak akan pernah terpuaskan sampai kita berhasil membuat
“ego kita MENETAS menuju spiritual”. (untuk kontemplasi, lihat kembali
materi EGO yang tidak menetas).
PESAN
KHUSUS bagi teman2 yang “ikhlas” berbagi kasih untuk harmoni dan
keseimbangan alam. Caranya : tarik nafas dalam dengan perlahan, tahan
diperut dan bayangkan ada bola cahaya berwarna putih didepan perut
semakin lama semakin terang dan memadat, lalu hembuskan lewat mulut.
Lakukan pola respirasi ini 2 sampai 3 kali. Kemudian ambil bola putih
itu dan tanamlah ke tanah tempat tinggal Anda. Semoga Allah memberi
kebaikan dan keutamaan apa yang kita lakukan untuk proses harmoni dan
keseimbangan alam, amin.
Pondok Holistik - 7
Body and Soul Harmony
Phone : 0274 - 925.3434 / 0821.3844.3434
Email : pondokholistik7@gmail.com
