Anda bisa melepas sesuatu seratus satu
kali, namun jika pola dasarnya tidak berubah, anda akan kembali seperti
semula. Saat berpuasa, Anda bisa “menahan” marah, namun ketika tidak
berpuasa Anda kembali “tenggelam” dalam marah. Saat Anda berpuasa, Anda
bisa “melawan” keinginan untuk tidak makan dan minum. Namun disaat
berbuka puasa, Anda menjadi “liar” dengan lezatnya aneka macam makanan.
Apa yang sebenarnya terjadi? Mungkin proses puasa kita sebatas
“sublimasi” keinginan, bukan “tranformasi” kesadaran. Puasa kita sebatas
“membekukan” pola dasar, bukan “merubah” pola dasar.
Ada perbedaan mendasar antara “menahan” hawa nafsu dan “mengarahkan”
hawa nafsu. Menahan artinya berdiri ditempat yang sama, tidak ada yang
terjadi. Kecuali hanya sesaat “membeku” dan saat yang lain “mencair”.
Sama seperti air yang membeku, mencair dan menguap, pola dasarnya tetap
sama yaitu "air". Dengan tranformasi, apapun pola dasar Anda akan
mengalami “evolusi” dan menyatu dalam “inner blossoming” yang selalu
tumbuh dan membawa “aura positif". Ada 2 gaya pertumbuhan dalam inner
blossoming, yaitu gaya "dorong" untuk pertumbuhan dan gaya "tarik" untuk
pengendalian. Gaya dorong ini bersifat membangun. Sebagaimana Air yang
akan menyuburkan "kayu" pepohonan. Sebagaimana kayu yang melahirkan
bahan-bahan untuk membuat "api". Sebagaimana api yang akan bereaksi
menghasilkan abu dan residu sebagai bahan "tanah dan batuan".
Sebagaimana tanah dan batuan yang melahirkan beragam potensi “logam”.
Sebagaimana logam yang dipanaskan untuk menghasilkan lagi “air” yang
kemudian akan menyuburkan kayu lagi, demikian seterusnya. Ini yang
disebut "pola pertumbuhan alam". Sedangkan gaya tarik berfungsi
mengembalikan dan menyegarkan alur "radikuler" dari irama alam dan
tubuh. Seperti air untuk mendinginkan panasnya api. Seperti api yang
mencairkan kerasnya logam. Seperti logam yang membelah serat kayu
pepohonan. Seperti pohon yang akarnya akan mendesak struktur tanah.
Seperti tanah yang kepadatannya bisa membendung air dan seperti air yang
mendinginkan panasnya api, demikian seterusnya. Ini yang disebut dengan
"pola pengendali alam". Ketika seseorang sudah mengalami inner
blossoming, kedua " daya dan gaya" tersebut menyatu "totalitas dalam
niat dan amal. Ada kebahagiaan mendalam, saat irama tubuhnya selaras
dengan alam, saat kesadarannya menyatu dengan Tuhannya. Inilah
keharmonisan yang melahirlkan "taqwa". Saat itu taqwa”telah menjadi pola
dasar baru yang dimengerti. Ketaqwaan tidak datang dari proses
“kolektif”, melainkan "pertumbuhan" dalam tanggungjawab kesendirian.
Pondok Holistik - 7
Body and Soul Harmony
Phone : 0274 - 925.3434 / 0821.3844.3434
Email : pondokholistik7@gmail.com
