Ketika
diundang menjadi dosen tamu di fakultas Psikologi UGM, saya
menceritakan pengalaman dan berdiskusi seputar kasus “psikosomatis
Imajiner” . Dalam diskusi itu saya mendapati sebuah pertanyaan menarik
yaitu bahwa perasaan menderita atau ketidakbahagiaan sebenarnya muncul
dari suasana hati yang kurang bersyukur, apa yang sebenarnya terjadi
dan mengapa orang begitu sulit untuk bersyukur?
Ada
sebuah fluida pikiran yang menjadi etiologi dari permasalahan ini
yaitu fenomena EGO YANG TIDAK MENETAS. Secara naluriah, setiap manusia
terlahir dan tumbuh dengan bawaan ego yang unik dan personal agar
menjadi pribadi yang spiritual. Dalam “anatomy of esoteric”, pertumbuhan
ego terlihat dari struktur aura Gn-1,2,3 sedangkan pertumbuhan
spiritual berada pada struktur aura Gn-4 sampai Gn-7. Sifat dasar dari
ego adalah ingin MENDAPATKAN sebanyak mungkin, sedangkan sifat spiritual
adalah ingin MEMBERI sebanyak mungkin. Ibarat TELUR, ego menyimpan
banyak “kode-kode kehidupan” untuk tumbuh, dan untuk tumbuh anak ayam
dalam telur (ego) harus menetas menjadi ayam (spiritual). Jadi
sebenarnya spiritual adalah pertumbuhan dari ego yang telah menetas.
Saat ini, kita masih melihat banyak orang dengan gelar ustadz, haji
atau yang lain tapi pribadinya tidak spiritual, mengapa? Karena egonya
belum menetas sehingga terlahir spiritualis semu. Artinya
untuk menjadi spiritual, ego harus menetas. Sekarang bagaimana agar ego
kita bisa menetas. Ada beberapa resep pilihan yang bisa Anda lakukan.
1. Biasakanlah
bernafas secara ”sadar” agar kita sadar dengan perjalanan hidup kita.
Mulailah untuk menarik nafas dalam-dalam secara sadar dan hembuskan
lewat mulut secara sadar dengan perlahan-lahan. Lakukan hal ini
setidaknya 2-3 kali sehari. Dengan nafas yang sadar, kita memberi
”energi hidup” tidak hanya pada jaringan tubuh kita namun juga pada
”aura dan pikiran” kita. Untuk detail materi, ikuti bahasan ”NAFAS
SADAR untuk MENCERAHKAN”
2. Biasakanlah
untuk tetap sadar saat ”terbit dan terbenam matahari” . Transisi waktu
dari gelap ke terang dan terang ke gelap ternyata melahirkan fenomena
”sindroma 10 derajat”. Artinya seseorang yang ”terbiasa tidur” pada saat
terbit dan terbenam matahari, akan mengalami ASTHENIC EMOTION (mudah
mengalami perasaan dan pikiran negatif). Untuk detail materi, bisa
ikuti bahasan ” EMOSI antara GELAP & TERANG”
3. Biasakanlah untuk melakukan REVITALISASI pikiran setidaknya 1 minggu sekali. Ada
5 medium alam yang mempunyai struktur fluida sama dengan pikiran kita.
Saya pribadi lebih menyukai revital dengan memanfaatkan efek esoter3
dari surat YASIIN ( QS-36) untuk proses ”traveling of mind” dan surat
ADH DHUKHON (QS-44). Untuk proses pembersihan
”residu” dalam pikiran. Keduanya memiliki alur fluida yang kuat dan
saling melengkapi terutama pada struktur aura Gn-4 dan Gn-6. Kedua
surat itu, juga sering saya resepkan untuk menemukan solusi personal
dari problem konflik keluarga, dan benturan ruhani. Formula yang lain
bisa juga menggunakan efek esoter3 gelombang alfa dari musik berbasik
”DEEP SILENCE”. Dengan kombinasi nafas sadar, efek revital musik menjadi lebih padat struktur fuidanya. Untuk detail materi bisa ikuti bahasan ” PSYCHOLOGI of ESOTERIC”
Semoga kita menjadi pribadi yang tercerahkan untuk semua,
Pondok Holistik - 7
Body and Soul Harmony
Phone : 0274 - 925.3434 / 0821.3844.3434
Email : pondokholistik7@gmail.com
